Efek Jangka Panjang Penggunaan Ganja

Penggunaan Ganja dalam jangka waktu yang lama dapat menumpulkan “reward system” pada otak. Reward system merupakan sistem di otak yang mengatur rasa senang.

Penggunaan ganja secara teratur selama bertahun-tahun menurunkan tingkat dopamin, zat kimia utama di pusat kesenangan otak, kata tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Profesor Oliver Howes dari Imperial College London.

Penggunaan ganja pada manusia berhubungan dengan berkurangnya dopamin di striatum. Penelitian PET telah menunjukkan sintesis dopamin striatal yang lebih rendah dan kapasitas pelepasan pada pengguna ganja. Kapasitas sintesis dopamin yang lebih rendah di striatum dorsal secara langsung berkaitan dengan penurunan tingkat motivasi, sedangkan pelepasan dopamin yang berkurang dalam ventral striatum secara langsung terkait dengan tingkat emosi negatif dan tingkat kecanduan yang parah.
Kredit gambar: Michael A. P. Bloomfield dkk, doi: 10.1038 / nature20153.

Ganja adalah obat rekreasi yang banyak digunakan. Lebih dari separuh anak muda Amerika telah menggunakan obat itu, sedangkan di Eropa, ganja telah mengalahkan heroin sebagai obat terlarang yang paling banyak dilaporkan yang digunakan di antara orang-orang yang memasuki layanan kecanduan khusus.

Ini memberikan latar belakang perdebatan politik di seluruh dunia mengenai perubahan status hukum obat tersebut. Meskipun kausalitas belum dibuktikan secara konklusif, penggunaan ganja berat dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental termasuk psikosis, kecanduan, depresi, bunuh diri, gangguan kognitif dan amotivas.

Menurut para ilmuwan, tidak ada perawatan yang efektif dan ini adalah kekhawatiran yang serius untuk kesehatan mental global.

"Sekarang ada bukti yang meyakinkan bahwa ganja menumpulkan tingkat dopamin, dan sangat penting untuk memahami dengan tepat bagaimana ini terjadi dan apa artinya bagi kesehatan pengguna," kata Prof. Howes dan rekan-penulis.

Dalam tinjauan penelitian saat ini, mereka meneliti aksi dopamin melalui analisis rinci dari beberapa penelitian yang melibatkan pemindaian otak pengguna ganja jangka panjang.

“Kami sangat perlu untuk lebih memahami bagaimana ganja mempengaruhi otak, untuk membantu pembuat kebijakan, dan seseorang membuat keputusan. Jika penggunaan ganja ternyata tidak baik, maka kita perlu tahu sekarang, sebelum orang mengambil spekulasi” kata Prof. Howes.

“Sistem dopamin sangat penting untuk belajar dan motivasi. Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ganja dalam jangka panjang pada orang terkait dengan menumpulkan sistem dopamin. Dalam hal ini ganja mirip dengan kokain atau amfetamin, meskipun mungkin tidak pada tingkat yang sama”

“Perubahan pola penggunaan ganja, termasuk 'cannavaping' (rokok elektrik dengan rasa ganja) dan produk yang dapat dimakan, berarti sangat penting bahwa kita memahami efek jangka panjang dari ganja di otak,” tambah rekan penulis Dr. Michael Bloomfield, dari University College London dan Imperial College London.

Penelitian ini, menurut Dr. Bloomfield, membantu menjelaskan bagaimana beberapa orang kecanduan ganja, dengan menunjukkan bahwa tetrahidrocannabinol, komponen ganja utama psikoaktif, mengubah keseimbangan kimia otak.

Tetrahydrocannabinol dikenal untuk mengubah tingkat dopamin, dan telah dikaitkan dengan efek berbahaya dari ganja, termasuk kecanduan dan psikosis. Konsentrasi tetrahydrocannabinol dalam ganja meningkat ketika para petani memilih tanaman yang memiliki kadar yang tinggi, dan beberapa obat sintetis baru yang memiliki kandungan yang sama dengna ganja.

Jika peneliti dapat mengetahui bagaimana tetrahydrocannabinol mengubah tingkat dopamine, mereka mungkin dapat mengembangkan cara untuk mengobati atau bahkan mencegah penyakit yang disebabkan ganja.

Perawatan semacam itu mungkin terbukti sangat penting pada mereka yang otaknya masih berkembang, seperti remaja, dan karenanya paling rentan. Otak bayi di dalam kandungan juga berisiko.

Sumber:

Efek Jangka Panjang Penggunaan Ganja Efek Jangka Panjang Penggunaan Ganja Reviewed by Rifqy Yuhana on 17.11 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.